Sabtu, 09 Mei 2009

Hobbit ternyata dari Flores


Bukti baru telah muncul yang menunjukkan bahwa spesies orang kerdil yang disebut "Hobbit" dari Pulau Flores, Indonesia, adalah spesies manusia primitif baru.

Dengan tinggi satu meter, berat 30 kilogram, para ahli semula meyakini hobbit --seperti dalam film The Lord of The Ring-- yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia, kemungkinan telah hidup 8000 tahun lalu.

Namun, bukti baru dari anatomi telah ditemukan, dan dilaporkan dalam Majalah Nature, Kamis (7/4). Berdasarkan pemeriksaan anggota tubuh yang lebih rendah, khususnya pada kaki kirinya yang hampir lengkap dan bagian dari kaki kanan menunjukkan bahwa spesies ini berjalan tegak lurus, seperti primata lainnya yang dikenal, dan ada lima ibu jari kaki seperti kera, tetapi lima jari-jarinya pendek dan gemuk, lebih seperti simpanse.

Penemuan ini sejak awal penuh kontroversi, secara resmi spesies ini kemudian diberi nama Homo Floresiensis, yang diumumkan pada tahun 2004. Tengkorak tnggal dalam temuan itu tidak seperti biasanya kecil, mengindikasikan otaknya tidak lebih besar dari simpanse. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa jenis ini tidak lebih dari manusia modern kerdil karena genetik atau penyakit.

Namun dalam bukti-bukti baru yang lebih terang, para ilmuwan yakin bahwa ia tidak mungkin mempunyai ciri otak kecil. Tulang bahu primitif dan pergelangan tangan sebelumnya dilaporkan sebagai "akibat dari 'Island dwarfing'."

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh William Jungers, seorang paleoanthropologist menyimpulkan bahwa: "Kaki Homo Floresiensis yang dipamerkan dengan tulang-tulang yang telah disusun tidak terlihat sebagai manusia modern dari setiap ukuran tubuhnya."

Selanjutnya, tim ini mengungkapkan bahwa kemungkinan leluhur spesies ini bukan Homo Erectus, seperti pada asumsi awal. Homo Erectus dikenal pada mulanya sebagai primata yang telah meninggalkan Afrika dan membuat jalan melintas ke seluruh Asia. Pada simposium dua minggu lalu, beberapa ilmuwan memandang bahwa yang disebut Hobbit muncul dari yang lain, lebih primitif dari leluhur primata itu sendiri.

Dalam komentar yang mendampingi jurnal laporannya, Daniel Lieberman, paleoanthropologist dari Universitas Harvard yang bukan anggota tim, mengatakan bahwa kecurigaan atas primata ini jelas dapat dimengerti

"Secara keseluruhan, banyak ilmuwan (termasuk saya sendiri) yang pada Sabtu lalu, lebih banyak menunggu bukti mengenai sifat dan bentuk Homo Floresiensis ini," tulis Lieberman. "Dan sekarang kita ada beberapa (bukti)

Sabtu, 02 Mei 2009

Damai atau Perang Tentukan wajah presiden maskulin or Feminim


Ciri seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik mungkin terpahat pada wajahnya, namun siapa di antara pria atau perempuan itu yang terpilih tampaknya ditentukan oleh kondisi negara tersebut. Untuk melihat apakah karakteristik wajah mempengaruhi pemilihan seorang presiden atau kepala negara, Brian Spisak dan Mark Van Vugt di University of Kent, Inggris, memanipulasi foto-foto wajah pria dan wanita di komputer untuk membuat tampang mereka terlihat lebih maskulin atau feminin.
Mereka menanyai 118 sukarelawan untuk memilih salah satu di antaranya sebagai seorang pemimpin dalam berbagai skenario. Merreka diminta memilih pemimpin mana yang cocok selama masa perang; ketika harus menjaga perdamaian di antara dua kelompok; selama periode transisi; untuk memelihara stabilitas setelah bencana alam; dan ketika negara itu menghadapi risiko perang sipil.
Para peneliti juga mengubah wajah pria dan wanita itu agar tampak lebih muda atau lebih tua, dan bertanya kepada 145 sukarelawan untuk memilih seorang pemimpin dalam skenario serupa.
Dalam masa negara dilanda peperangan, para sukarelawan lebih menyukai pemimpin berwajah maskulin atau lebih tua, sebaliknya mereka memilih wajah feminin ketika pemeliharaan perdamaian antar kelompok menjadi prioritas. Yang menarik, urusan gender sama sekali tak dihiraukan para sukarelawan, perempuan berwajah maskulin mendapat lebih banyak dukungan dibandingkan pria yang berwajah feminin pada masa perang, begitu pula sebaliknya.
"Ini menunjukkan bahwa klasifikasi tradisional yang mengkotak-kotakkan pria dan wanita bukan isyarat relevan seperti yang kita bayangkan selama ini," kata Spisak dalam pertemuan European Human Behaviour and Evolution Association di St Andrews, Inggris, awal April.
Studi sebelumnya telah memberi petunjuk bahwa para pemilih lebih menyukai pemimpin bertampang maskulin di masa perang, karena tipe wajah ini diasosiasikan dengan watak dominan dan tegas dalam mengambil keputusan, kata Alexander Todorov dari Princeton University. "Yang baru di sini adalah baik maskulinitas atau femininitas, yang secara alami berkorelasi dengan gender, masih mempengaruhi pengambilan keputusan bahkan ketika tidak dikaitkan dengan gender."
Spisak dan Van Vugt juga menemukan bahwa paras muda lebih disukai pada masa transisi dan stabilitas, dengan perempuan muda sebagai pilihan teratas.
Spisak yakin karakteristik wajah kemungkinan besar telah memainkan peran dalam pemlihan presiden Amerika Serikat yang lalu, meski ada faktor lain yang juga terlibat di dalamnya. "Obama lebih mudah dijual," katanya. "Dia kandidat yang relatif lebih muda, dan dia berpegang pada pesan perubahan dan peralihan. Jika McCain mengampanyekan pesan perang yang lebih kuat dan konsisten, mungkin dia memiliki peluang yang lebih baik untuk menang."

Panjang umur ditambah 5 tahun minumlah anggur


Meminum lebih dari setengah gelas anggur per hari bisa membantu Anda hidup lebih panjang lima tahun, setidaknya untuk pria. Data ini keluar dari hasil sebuah studi ilmuwan Universitas Wagningen di Belanda.

Efek juga tergantung pada jumlah yang tepat terkait takaran Anggur yang diminum-lebih dari setengah gelas anggur bisa membuat kesempatan hidup turun kembali.

Minum anggur berhubungat kuat dengan rendahnya resiko terkena jantung koroner, penyakit otak, dan kematian dari semua penyebab, jelas hasil studi yang dikeluarkan Universitas Wageningen, Jumat (1/5).

Efek meminum anggur lebih dari setengah gelas bervariasi. Pria yang meminum lebih dari 20 gram dari semua jenis alkohol per hari, hidup dua tahun lebih panjang daripada yang bukan peminum.

Menurut studi, bagi pria yang hanya meminum anggur, kurang dari segelas per hari, hidup dua setengah tahun lebih lama daripada yang meminum bir, dan hampir lima tahun hidup lebih lama daripada yang bukan peminum.

Studi yang dirilis pada jurnal Epidemiology and Community Health, berdasarkan riset dari sekitar 1,373 pria antara tahun 1960 dan 2000. Studi ini tidak memasukkan kategori wanita.

Obesitas disebabkan memori otak terhadap makanan lezat

Ketika kita makan makanan yang kaya lemak, otak akan membentuk memori jangka panjang tentang pengalaman itu, demikian hasil sebuah penelitian. Temuan ini juga menambah pengetahuan tentang pengendalian selera makan yang mungkin bisa menjadi cara baru untuk menangani masalah obesitas dan berbagai kelainan pola makan lainnya, kata para peneliti dari University of California.

Dalam penelitian terdahulu, mereka menemukan bahwa asam oleic dari lemak, ditransformasikan menjadi senyawa yang disebut oleoylethanolamide (OEA) di area kecil bagian atas pencernaan. OEA mengirimkan pesan rasa lapar ke otak

Nah, dalam penelitian terbaru, para peneliti menemukan OEA juga menyebabkan konsolidasi ingatan superfisial, ingatan jangka pendeka yang berubah jadi ingatan jangka panjang. OEA melakukan hal ini dengan mengaktifkan signal penguat ingatan di amygdala, area otak yang berperan menguatkan ingatan akan kejadian yang emosional.

Hasil penelitian ini dipublikasikan secara online di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. OEA adalah bagian dari perekat molekuler yang membuat ingatan tetap melekat,kata Daniele Piomelli, ilmuwan ahli saraf, salah seorang peneliti. Dengan membantu mamalia mengingat kapan dan dimana mereka pernah makan yang mengandung lemak, aktifitas penguat ingatan OEA mungkin jadi hal evolusioner yang penting untuk manusia dan mamalia lain.

Kemampuan ini mungkin telah menjadi mekanisme pertahanan dalam sejarah awal manusia. Tapi segalanya telah berbeda sekarang. Karena makanan berlemak, saat ini sangat mudah didapat, kemampuan ini justru bisa menyebabkan perasaan terus ingin makan yang berujung pada kelebihan berat badan dan obesitas, kata Piomelli.

Jumat, 01 Mei 2009

Tips Tidur Nyenyak


Jika ingin bisa tidur malam lebih optimal, lingkungan, suasana dan kebiasaan tidur sangat penting. National Sleep Foundation menawarkan beberapa saran berikut untuk membantu agar bisa tidur lebih nyenyak:

* Cobalah untuk berangkat tidur dan terbangun pada waktu yang sama tiap hari.

* Lakukan persiapan untuk relaks menjelang tidur dengan rutin, misalnya mandi atau membaca.

* Pastikan kamar tidur tenang dan gelap.

* Gunakan alas tidur yang nyaman tapi empuk.

* Jangan pernah melakukan pekerjaan kantor di atas tempat tidur.

* Jangan makan sedikitnya dua jam sebelum waktu tidur.

* Olahraga dengan teratur, tapi jangan menjelang waktu tidur

* Jangan minum kopi, alkohol, nikotin satu jam sebelum tidur.

Pemeriksaan USG Tak Akurat pada Perempuan Obesitas


Perempuan hamil yang kelebihan berat badan atau obesitas, mungkin akan menerima hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang kurang akurat. Ini berisiko jika ternyata janin tumbuh abnormal, demikian hasil penelitian terbaru.

USG juga diduga tak terlalu efektif untuk perempuan hamil yang mengalami diabetes. Pertanyaan kami 'apakah kelainan kehamilan bisa dideteksi dengan USG pada wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dibandingkan dengan perempuan yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) normal', kata peneliti Dr. Jodi S. Dashe, yang bekerja di departemen obstetrik dan ginekologi di University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas.

Mereka menganalisa hasil pemeriksaan standar USG lebih dari 10 ribu orang untuk kehamilan berisiko rendah dan lebih dari 1.000 pemeriksaan USG spesial untuk kehamilan berisiko tinggi. Penemuan ini akan dipublikasikan di jurnal Obstetrics & Gynecology edisi Mei. Para peneliti mengamati hasil penelitian terhadap 12.200 hasil pemeriksaan USG yang dilakukan di sejumlah pusat kesehatan antara tahun 2003 hingga 2007, pada perempuan hamil yang berusia antara 18 dan 24 tahun.

Tim peneliti menemukan, ada kenaikan signifikan risiko bayi akan lahir dengan kelainan mayor, dengan penampilan bayi yang normal selama pemeriksaan USG. Peneliti juga menemukan pada sejumlah kasus kehamilan berisiko tinggi USG tidak akurat dalam memberikan hasil pemeriksaan, pada perempuan yang mengalami diabetes selama kehamilan.

Seorang ahli mengatakan pasien obesitas hanya satu dari banyak tantangan yang harus dihadapi para ahli kandungan saat membaca hasil USG. Bukan karena USG tak handal, namun pada beberapa tipe pasien ada kesulitan untuk memvisualisasikan anomali janin, kata Dr. Catherine Y. Spong, kepala bagian kehamilan dan perinatologi di Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development di Bethesd, Md.

Sebagian orang lebih sulit diperiksa dibanding sebagain lain. Misalnya jika seseorang memiliki banyak jaringan parut yang tebal dibagian dalam, akan membuah sulit untuk discanning. Nah, pada perempuan obesitas, termasuk perempuan dengan diabetes, yang berat badannya tidak umum kita akan menghadapi lebih jaringan yang membuat lebih sulit untuk dibaca.

Faktor Genetik Kemungkinan Penyebab Autisme

London: Ilmuwan menemukan bukti yang substansial untuk pertama kalinya bahwa autisme disebabkan perbedaan genetis yang merusak hubungan otak pada awal perkembangan anak-anak.

Dalam tiga penelitian telah diidentifikasi variasi genetis yang mungkin mampu membantu menjelaskan kondisi yang sebenarnya, termasuk satu yang dapat menjawab 15 persen kasus autis.

Peneliti percaya penemuan ini membantu mengidentifikasi orang yang mengalami kelemahan spektrum autis, peningkatan perlakuan medis, dan tes diagnostik potensial awal untuk tes diagnosa kondisinya. Ada sekitar 500 ribu orang yang Autis di Inggris, termasuk 133.500 anak, menurut Masyarakat Autis Nasional (NAS), yang kampanye mengenai kepentingan mereka.

Anak yang autis akan sulit berhubugan dengan sekitarnya dan kondisi mentalnya lebih sering sakit, tidak mempunyai pekerjaan dan eksklusif dalam lingkungan sosialnya.

Ada dua tulisan yang telah dipublikasikan di Nature, oleh Hakon Hakonarson dan koleganya di Pusat Studi Aplikasi Genomik di Rumah Sakit Anak di Philadelphia, yang menunjukkan bahwa mutasi gen yang membangun koneksi dengan otak anak meningkatkan peluang perkembangan autis. Varian gen tunggal bisa lebih kecil resiko peningkatannya pada anak. Peneliti mengklaim telah mengidentifikasi varian yang mampu menjelaskan sampai 15 persen prevalensi autis.

Sedangkan penelitian ketiga, dipublikasikan di Molecular Psikiatri, yang dipimpin oleh Profesor Tony Monaco dari Universitas Oxford, juga menunjukkan keterlibatan gen dalam pertumbuhan dan perkembangan sel saraf dalam otak dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap autis.

Richard Mills, peneliti dan direktur Yayasan Amal Autis menyatakan bahwa penilitian itu tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci. Orang tidak mendapatkan jawaban yang mengejutkan mengenai pemikiran bahwa penelitian ini mengidentifikasi gen autis.

Sebaliknya, NAS menyambut baik penelitian ini. Juru bicaranya mengatakan bahwa bukti yang menuju ke faktor genetis adalah menjadi tanggung jawab kemunculan autis. Bagaimanapun, memang sulit mengenalkan keterkaitan gen sebagai gabungan dari interaksi gen-gen dengan faktor lingkungan.

Fakta Perempuan VS Laki2 - siapa yang lebih doyan ngeseks? Atau siapa yang lebih mudah gemuk?


Ini dia beberapa fakta yang didapat dari penelitian di beberapa tempat. Antara perempuan dan laki-laki, siapa yang lebih doyan ngeseks? Atau siapa yang lebih mudah gemuk?

1. Perempuan lebih emosional, laki-laki main fisik
Hormon berperan dalam menyikapi rasa sakit dan testosteron memberikan laki-laki keuntungan. Peneliti dari University of Bath, Inggris menemukan bahwa perempuan tidak hanya mengalami rasa sakit yang lebih kuat, tapi juga kurang mampu manghadapinya. Hal iitu dikarenakan perempuan fokus pada aspek emosional dari rasa sakit sedangkan laki-laki fokus pada sensasi fisik. Demikian dikutip detikhot dari Thesun, Kamis (30/4/2009).

2. Perempuan lebih pintar
Pada dasarnya volume otak perempuan lebih kecil daripada laki-laki, tetapi di dalamnya mungkin berisi lebih banyak sel yang mengontrol proses mental. Studi dari University of Pennsylvania, AS telah menemukan bahwa perempuan menggunakan lebih banyak bagian dari otak mereka ketika diberikan tugas yang bervariasi.

3. Laki-laki lebih doyan ngeseks lho
Jangan heran apabila laki-laki berpikir tentang seks setiap enam detik dan lebih menikmati kegiatan di atas ranjang. Hal ini disebabkan laki-laki memproduksi hormon testosteron 20 kali lebih banyak daripada perempuan. Salah satu survei menunjukan 75 persen laki-laki mengalami orgasme setiap berhubungan intim, dibandingkan dengan perempuan yang hanya 29 persen saja.

4. Laki-laki lebih gampang berpikiran untuk bunuh diri
Meski perempuan lebih banyak didiagnosis mengalami depresi dibandingkan laki-laki, tetapi para ahli percaya bahwa keduanya mengalami hal yang sama. Hal itu disebabkan karena laki-laki tidak berkonsultasi kepada dokter yang konsekuensinya laki-laki berisiko bunuh diri tiga kali lebih besar dibandingkan perempuan.

5. Perempuan lebih kuat melawan kanker
Hormon yang dimiliki perempuan dipercaya dapat melawan kanker yang diderita perempuan. Hal ini dibuktikan dengan studi yang melibatkan 60 ribu perempuan dan 40 ribu laki-laki. Pada penelitian tersebut, setengah dari perempuan dapat melawan penyakit kanker yang dideritanya, sedangkan hanya sepertiga dari 40 ribu laki-laki yang dapat melawan penyakit mematikan tersebut.

6. Laki-laki lebih cepat membakar lemak
Perempuan lebih sulit untuk membakar lemak dibandingkan laki-laki. Karena otot membantu dalam pembakaran kalori sedangkan laki-laki lebih berotot dibandingkan perempuan yang lebih cenderung mengalami kegagalan diet. Kegagalan ini menyebabkan metabolisme tubuh menjadi sulit. Alhasil berat badan pun makin susah turun. Lagipula pada dasarnya laki-laki jauh lebih aktif daripada perempuan dan senang berolah raga sejak dini.

7. Kolesterol LDL Laki-laki lebih tinggi
Laki-laki lebih berisiko memiliki tingkat kolesterol LDL buruk yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan dilindungi oleh estrogen hingga mereka mengalami menopause. Para ahli percaya bahwa penyebab serangan jantung yang diakibatkan tingginya tingkat kolesterol LDL buruk adalah karena laki-laki sering melewati sarapan dan sifat agresif pada laki-laki.

8. Perempuan lebih doyan ngomong
Ini sudah jadi rahasia umum. Tapi tahukah Anda bahwa perempuan bicara 3 kali lebih banyak daripada laki-laki. Rata-rata dalam sehari perempuan bicara sebanyak 20 ribu kata. Namun siapa bilang hal itu tidak menyehatkan. Bicara membuat perkembangan mental dan fisik jauh lebih baik. Para pria sebaiknya mulailah bicara lebih banyak lagi.