Senin, 10 Agustus 2009

Riset : Perceraian dapat merugikan kesehatan seseorang, bahkan setelah menikah kembali

Perceraian dapat merugikan kesehatan seseorang, bahkan setelah menikah kembali. Kesimpulan ini berdasarkan studi terbaru.

Ilmuwan telah mengetahui bahwa pernikahan dapat meningkatkan kesehatan pria dan wanita. Studi terbaru menemukan bahwa perceraian atau kehilangan pasangan karena kematian dapat merenggut keuntungan mental dan fisik itu segera dan dalam jangka panjang.

"Periode selama peristiwa itu terjadi sangat membuat stres," kata peneliti Linda Waite, seorang sosiolog dan direktur Pusat Lanjut Usia di Pusat Penelitian Opini Nasional di Universitas Chicago.

"Orang-orang mengabaikan kesehatan mereka, mereka tertekan, yang menjadikan diri mereka berisiko sakit. Mereka jarang ke dokter, mereka jarang berolahraga, dan jam tidur mereka buruk."

Kesimpulannya, sekali anda mengesampingkan kesehatan anda, sulit untuk menjadi sehat kembali, bahkan jika anda kembali terikat. "Pernikahan kembali membantu. Itu membuat anda kembali pada lintasan yang sehat," ujar Waite pada LiveScience.

"Tapi itu mengembalikan anda pada jalur kesehatan dari titik yang lebih rendah, karena Anda tidak memikirkan diri sendiri selama satu tahun."

Temuan bahwa perceraian dan kematian pasangan memiliki pengaruh yang sama terhadap kesehatan seseorang menyimpulkan bahwa perceraian berpengaruh seperti sebuah peristiwa traumatis dalam kehidupan seseorang, menurut Waite.

Mark Hayward dari Universitas Texas di Austin, yang tidak terlibat dalam studi itu, juga sepakat.

"Ketajaman stres di sekitar perceraian dapat bekerja seperti trauma selama bertahun-tahun dan kondisi stres rendah menahun," kata Hayward, yang juga merupakan direktur Pusat Riset Kependudukan di universitas yang sama.

Studi itu menyimpulkan kesehatan dapat berubah oleh titik balik besar dalam kehidupan seseorang, seperti perceraian, dari titik di mana seseorang tidak akan pulih," kata Hayward.

Waite dan Mary Elizabeth Hughes dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Maryland menganalisis data yang dikumpulkan dari hampir 9.000 orang dewasa usia 51-61 yang ikut ambil bagian dalam Studi Kesehatan dan Pensiunan.

Secara keseluruhan, sekitar 20 persen dari peserta telah menikah kembali, yang berarti mereka sebelumnya sudah bercerai atau janda. Para peneliti akan melaporkannya pada bulan September di Journal of Health and Social Behavior. hampir 22 persen dari mereka yang sebelumnya menikah tidak menikah kembali. Kurang dari 4 persen tidak pernah menikah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar